Sabtu, 10 Oktober 2009

Memulai Melatih Bola Basket (Bagian Ketiga)

Perencanaan kegiatan

Perencanaan kegiatan (sesi latihan maupun pertandingan) merupakan aspek yang sangat penting dari tugas seorang pelatih.

Pelatih yang tidak pernah membuat rencana biasanya cenderung akan mengalami masalah di kemudian hari. Pada awal-awal latihan, mungkin para pelatih sangat bersemangat, percaya diri, mempunyai banyak ide yang cemerlang, dan ingin melakukan banyak hal secara bersamaan. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, semangat, tenaga, dan kepercayaan diri mereka semakin berkurang, kehabisan ide dan sesi latihan menjadi suatu rutinitas yang kurang bermanfaat.

Setiap ada pertandingan penting, pada awalnya para pelatih cenderung mempunyai motivasi yang besar, dan lagi-lagi menginginkan para pemainnya mempelajari banyak hal dalam satu waktu, mengoreksi setiap kesalahan hanya dalam beberapa sesi latihan.

Tetapi, ketika ada kompetisi, pelatih yang tidak pernah memikirkan kejadian di masa lalu, pasti hanya memikirkan pertandingan selanjutnya dan lupa menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan untuk kemajuan para pemainnya.

Di sisi lain, jika seorang pelatih merncanakan pekerjaannya akan mempunyai perspektif berguna yang akan membantunya mengevaluasi secara obyektif aspek mana yang paling penting. Dari perspektif ini, para pelatih dapat membuat keputusan tepat dan mengorganisir pekerjaan yang seharusnya dilakukan dengan lebih baik.

Dengan perencanaan, para pelatih mempunyai tujuan dan pemikiran yang jelas tentang bagaimana mencapainya, mereka mengetahui dengan pasti akan menuju ke mana, jalan yang harus ditempuh dan bagaimana menempuhnya, masalah-masalah yang akan dihadapi dan bagaimana mengatasinya.

Sejauh apa merencanakan

Seorang pelatih mungkin merencanakan kegiatan untuk jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, untuk beberapa tahun, satu musim, dari satu sampai beberapa bulan, untuk satu atau beberapa minggu, dan tentu saja, setiap sesi latihan.

Dalam sebuah klub yang terdiri dari tim dengan kategori yang berbeda-beda, akan lebih bagus jika terdapat perencanaan yang lebih fleksibel, dapat mencakup kegiatan selama beberapa tahun untuk pemain anak-anak (tahap mini basketball) dan pemain yang lebih tua (13 tahun ke atas). Dengan cara ini, pekerjaan setiap pelatih tim akan ditentukan dalam satu garis besar secara umum.

Tidak peduli apakah seorang pelatih membuat sistem perencanaan jangka panjang atau tidak, siapa saja yang melatih pemain anak-anak harus selalu berpikir tentang masa depan mereka sehingga tidak mengganggu kegiatan yang seharusnya mereka lakukan sehari-hari

(bersambung...)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar