Sabtu, 10 Oktober 2009

Menengok Jejak Basket

/ Comments: (0)

Di Indonesia, Bola Basket tergolong olahraga kalangan menengah ke atas. Namun belakangan sudah menjadi salah satu cabang olahraga paling favorit di kalangan muda dan sudah menyebar hingga ke desa-desa. Hal ini karena di sebagian besar sekolah (SMP dan SMU, bahkan kampus-kampus) cenderung membangun lapangan bola basket, menggantikan lapangan kasti di era 1980-an atau bola volly di era 1990-an.

Meluasnya olahraga ini karena mudah diperagakan dan sedikit bercitra intelek. Dalam aturan mainnya, akan tampak tidak saja mengandalkan pasokan energy yang melimpah, namun juga integensia yang tinggi.

Bagaimana awalnya olahraga ini muncul di permukaan bumi? Menurut sejumlah catatan sejarah, basket diciptakan secara tidak sengaja. Ceritanya, pada tahun 1891, Dr. Luther Gullick, guru olahraga pada Sekolah Guru Pendidikan Jasmani di Young Mens Christian Association (YMCA - sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachussetts, Amerika, gerah melihat anak didiknya mulai malas mengikuti kegiatan senam. Ia kemudian minta guru agama (pastor) Dr. James Naismith, teman sejawatnya di YMCA, untuk membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.

Naismith kemudian merenung dan tiba-tiba ingat sebuah permainan di masa kecilnya di Ontario, Kanada. Ia ingin permainan yang menarik dan gampang dipelajari. Saat itu permainan sepak bola memang digemari, namun cenderung “kasar” karena pemain berebut memasukkan bola ke gawang dengan tendangan. Ia kemudian mengambil beberapa unsur sepak bola seperti berlari-lari sembari menjinakkan gerakan bola. Agar tidak terjadi tendang-menendang, bola harus dibawa dengan dribble atau dioper kepada orang lain. Dan, sebagai sebuah permainan, dibuatlah sasaran yang sempit dan letaknya lebih tinggi dari para pemain sehingga adu kekuatan menjadi minimal dan yang lebih menonjol justru unsur kecepatan dan ketepatan.


Awalnya banyak yang menolak ide permainan ini. Namun tidak henti ia mendemonstrasikan ke lingkungannya. Kepada Stebbin, Kepala Urusan Rumah Tangga di gymnasium YMCA, Naismith minta dicarikan sebuah kotak dari peti kayu sebagai sasaran. Setelah mencari ke sana kemari, Stebbin tidak menemukan kotak kayu yang dimaksud. Akhirnya, Stebbin mengambil keranjang buahnya sebagai titik sasaran.

Setelah dipasang agak tinggi, Naismith setuju dan langsung memperagakan permainannya. Stebbin pun ikut melempar bola, mencoba memasukkannya ke dalam keranjang. Oleh karena keranjang buahnya berada di atas, setiap kali masuk, Stebbin harus memanjat untuk mengambil kembali bola. Setelah lelah naik turun, akhirnya bagian bawah kerajang buah itu dilobangi agar bola yang masuk langsung jatuh, dan jadilan seperti keranjang seperti saat ini.

Kejadian itu terjadi pada 15 Desember 1891. Sejak itu pula Naismith membari nama permainan yang masih dalam proses penciptaannya itu dengan sebutan basketball, atau bola basket. Setelah itu, seiring perjalanan waktu, Naismith pun terus menyempurnakan konsep, lengkap dengan peraturan-peraturannya. James Naismith menciptakan 13 aturan dasar permainan,yaitu:

  1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
  2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
  3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
  4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
  5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
  6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
  7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
  8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
  9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
  10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
  11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
  12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit.
  13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
Sambil menulis konsep aturan main, ia juga meminta para siswa untuk mempraktikkan dengan menempelkan keranjang pada sebuah dinding. Sebulan kemudian, Naismith berhasil menyempurnakan permainan ini. Maka, pada tanggal 20 Januari 1892, permainan ini secara resmi untuk pertama kalinya digelar dan oleh salah seorang murid YMCA disebut "Basket ball" atau bola basket.

Sejak itu, "Basketball" sangat popular di Amerika dengan pertandingan demi pertandingan digelar di berbagai Negara bagian. Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinobatkan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Naismith meninggal dunia 28 November 1939, ketika olahraga ciptaannya sudah menjadi favorit dunia internasional.

Permainan yang sederhana namun memerlukan ketangkasan ini merambah Eropa, Asia dan masuk ke tanah air dengan cepat. Di Indonesia, setelah menjadi olahraga masyarakat, pada tahun 1951 kemudian dibentuk organisasinya, yaitu Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia atau Perbasi yang kantor pusatnya berada di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.

Oleh:
Dahlan Muhammad, Sekjen PB Perbasi

Bermain Basket Bagi Orang Pendek

/ Comments: (0)

Bagi siapa saja yang pernah menjadi yang terpendek dalam permainan bola basket, atau terlalu pendek untuk berebut bola rebound, jangan pernah patah semangat. Lihatlah Nate Robinson, pemain NBA yang 'hanya' bertinggi badan sekitar 165 cm, sangat mungil jika disandingkan dengan pemain NBA lainnya yang rata-rata tingginya mencapai 200 cm, tetapi mampu mendikte setiap pertandingan yang dia mainkan. Bahkan dia memenangkan kontes slam dunk pada tahun 2009, dengan salah satu gayanya 'KryptoNate' yang melompati Dwight Howard, pemain bertinggi sekitar 208 cm. Seperti pemain pendek lainnya seperti Spud Webb dan Muggsy Bogues, Nate membuktikan adanya keuntungan mempunyai postur tubuh pendek.

1. Lebih cepat dari yang lain
Kenyataan yang sangat jelas, pemain bola basket yang mempunyai postur tubuh lebih pendek akan lebih cepat bergerak dan mempunyai refleks yang sangat baik. Tetapi tidak semudah itu untuk mengalahkan pemain yang lebih tinggi, pemain pendek harus bekerja lebih keras dari pemain yang lebih tinggi. Tidak cukup dengan hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga harus mempunyai stamina yang sangat prima.

2. Abdominal yang lebih baik
Jangan pernah berpikir kalau untuk meningkatkan kecepatan hanya butuh melatih bagian kaki saja, tetapi juga harus sering melatih bagian abdominal. Hal ini akan membantu meningkatkan lompatan dan keseimbangan bergerak, baik ke kiri maupun ke kanan.

3. Berhati besar
Pemain pendek biasanya mempunyai hati yang lebih besar. Kecepatan dan stamina memberikan keuntungan yang bersifat fisik, tetapai apa yang bisa dilakukan dengan itu? Kuncinya adalah, determinasi untuk memenangkan pertandingan, apapun yang terjadi.

4. Jadi pusat perhatian
Manfaatkan keunggulan fisik, jadilah pemain yang paling aktif di dalam lapangan, tetapi yang paling penting, dalam bola basket atau apapun, jangan pernah menyerah! Selalu berpikir positif, jika orang lain tidak memberikan kepercayaan, maka percayalah pada diri sendiri.

Mengorganisir Program Latihan

Jika ada suatu hal yang menyebabkan kegagalan dalam melatih bola basket, maka hal itu adalah pengorganisasian yang lemah. Seorang pelatih harus mempunyai rencana yang terorganisir untuk membangun keseluruhan program yang ditanganinya.

Misal, seorang pelatih bola basket SMA harus mengetahui program yang sudah berjalan dan membandingkannya dengan tujuan awal. Pengamatan harus sering dilakukan untuk memastikan bahwa program berjalan pada arah yang benar. Membangun program seperti tumbuh dewasa. Selalu ada bagian yang berubah. Berbagai hal berubah dan seorang pelatih harus bisa beradaptasi. Satu tahun, pelatih bisa memiliki tim dengan pemain yang mempunyai motivasi sangat tinggi, tetapi di tahun yang lain, bisa saja pemain harus dilecut terlebih dahulu supaya termotivasi. Jadi jangan buat kesalahan, jalankan program dengan sangat terperinci.
Berikut adalah langkah-langkah membuat sebuah program.

Filosofi
Pelatih harus mempunyai filosofi. Filosofi tersebut harus menyebar di keseluruhan program. Perlu diluangkan waktu untuk menyamakan visi semua personel tim kepelatihan di dalam sistem tentang mengapa dan bagaimana filosofi tersebut akan berjalan. Alasan melakukan hal ini adalah supaya mereka tetap berada pada jalur yang benar selama satu tahun atau satu musim.
Salah satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah merasa bahwa filosofi yang dimiliki bersifat mutlak. Suatu filosofi harus mempunyai ruang untuk berkembang. Pelatih akan mempelajari hal-hal baru dan mengetahui sesuatu yang tidak berjalan dengan benar. Pelatih juga harus mengetahui bagaimana reaksi para pemain dan membuat penyesuaian. Filosofi pada dasarnya adalah landasan dasar untuk melakukan sesuatu. Semua landasan dasar memiliki kemampuan untuk berkembang dan beradaptasi, jadi seorang pelatih juga harus demikian.

Perencanaan
Jika pelatih tidak membuat rencana, maka dia merencanakan kegagalan. Pelatih harus mempunyai rencana setiap hari. Rencana ini bersifat fleksibel, tetapi mempunyai tujuan yang jelas. Ketika datang untuk melatih, seharusnya pelatih mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai. Selain itu juga harus memastikan semua personel tim kepelatihan melakukan hal yang sama. Ada suatu saat di mana rencana yang telah dibuat sedikit berubah, tetapi tetap sesuai dengan garis besar sehingga hasil latihan bisa dievaluasi.

Evaluasi
Setiap tahun harus dilakukan evaluasi pada masing-masing pemain, dan juga program yang telah dijalankan. Evaluasi apa yang bagus, apa yang harus dilakukan, apa tujuan yang ingin dicapai, dan bagaimana para pemain melakukannya. Sangat penting mendapatkan komentar dari masing-masing personel tim kepelatihan tentang bagaimana kinerja seorang pelatih, sehingga pelatih tersebut mengetahui apa yang dibutuhkan dari dirinya.

Proses evaluasi bersifat merupakan proses yang berkelanjutan. Setiap hari adalah proses evaluasi. Bersiaplah untuk membuat perubahan sesuai dengan kebutuhan.

Sistem
Semua program yang berhasil mempunyai sistem. Seharusnya terdapat sebuah sistem untuk setiap aspek dari program. Berikut adalah daftar dari sistem yang harus ada:
  1. Sistem sebelum latihan: Siapa yang menyiapkan latihan?
  2. Sistem pemanasan: Bagaiman para pemain melakukannya? Siapa yang memimpin?
  3. Sistem latihan: Bagaimana latihan berjalan setiap hari?
  4. Sistem pembersihan: Siapa yang akan membantu melakukannya?
  5. Sistem offensive: Apa yang akan diimplementasikan dan kapan?
  6. Sistem defensive: Defense apa yang akan diterapkan dan kapan?
  7. Press dan Press Breaker.
  8. Defense dan offense out of bound.
  9. Situasi khusus (di bawah 5 detik, buzzer beater, dll).
  10. Merinci skill secara khusus: Bagaimana pelatih mengajarkan skill fundamental dan skill apa yang menjadi fokus utama?
  11. Sistem perjalanan: Siapa yang mengurusi transportasi?
  12. Penyediaan pertolongan pertama.
  13. Nutrisi: Apa yang akan dimakan dan diminum sebelum dan sesudah latihan?
  14. Bagaimana seragam didistribusikan?
Seperti yang telah diketahui, ada banyak fungsi yang membutuhkan sistem. Masih ada banyak lagi yang belum terdaftar. Tetapi jika menginginkan program yang berkualitas, maka harus selalu memperhatikan semua hal dari hal yang sangat kecil maupun besar.

Dengan mengetahui aspek-aspek yang telah dijelaskan di atas, maka pelatih mempunyai awal yang sangat bagus untuk mengorganisir program suatu tim bola basket.

Membangun Defense Man-to-man

  1. Filosofi defense

Tim bola basket yang bagus, apapun tingkatnya, harus menganut beberapa prinsip defense dan masing-masing pemain harus memahami bahwa segala sesuatu yang dilakukan ketika melakukan defense tidak dilakukan sendirian. Setiap pemain merupakan bagian dari sebuah kelompok yang terdiri dari individu-individu yang membentuk sebuah tim dan melakukan defense bersama untuk menetralisir semua bentuk offense. Meskipun dalam suatu pertandingan, defense tidak bisa 100 persen mencegah serangan lawan, tetapi dengan bekerja sama dalam defense dapat memberikan masalah tersendiri bagi lawan. Supaya defense yang dilakukan bisa efektif, pelatih harus secara sistematis mengajarkan pada para pemainnya tentang filosofi defense yang meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Setiap pemain dalam tim harus bertanggung jawab.

  • Defense harus selalu melakukan aksi, bukan reaksi.

  • Pergerakan offense harus dicegah.

  • Dalam setiap pertandingan harus mempunyai tujuan defense yang akan dicapai.

  • Setiap defense yang dilakukan mendukung offense yang akan dilakukan.

  • Akumulasi dari aksi-aksi kecil dalam defense akan membentuk defense yang hebat.

  • Peraturan 24 detik harus menjadi senjata defense yang sangat berguna.

Membentuk sebuah sistem defense membutuhkan waktu, kesabaran, kedisiplinan, dan juga komitmen dari setiap pemain dalam tim. Pelatih bertanggung jawab menjelaskan kepada para pemainnya tentang keuntungan sistem defense yang efektif. Tugas ini memerlukan diskusi panjang, contoh-contoh, simulasi, drill-drill khusus, dan kondisi fisik yang baik. Tujuan ini hanya akan tercapai jika didukung penuh oleh semua pemain dan staf yang bekerja dalam tim.

  1. Kemampuan teknis dan fisik

Satu elemen penting dalam membangun dan mejaga sistem defense agar tetap efektif adalah kondisi fisik. Kemampuan seperti kecepatan, kekuatan, keterampilan berubah arah pergerakan, dan stamina sangat penting untuk membentuk teknik defense. Sebagai tambahan, para pemain juga harus memahami dinamika pertandingan. Belajar teknik defense seperti penggunaan kaki dan tangan, positioning yang benar, dan rebounding adalah elemen penting dalam proses pembentukan. Defense mungkin merupakan bagian dari permainan bola basket yang paling tidak disukai oleh pemain, tetapi sebuah tim tidak bisa menang tanpa melakukan defense yang baik.

Semuanya berawal dari attitude. Pemain harus mempunyai attitude yang bagus untuk menjadi defender yang hebat. Sikap yang baik dan elemen-elemen yang bisa membentuk pemain defense yang bagus bisa diperoleh dari latihan-latihan yang telah direncanakan dengan tepat.

  1. Membentuk sistem defense man-to-man

Defense man-to-man merupakan dasar dalam pembentukan semua pemain bola basket. Oleh karena itu, defense harus menjadi bagian dari perencanaan suatu tim. Pemain pemula harus membentuk konsep mereka terhadap permainan bola basket ketika berlatih defense secara individual, sehingga suatu saat nanti mereka bermain dengan filosofi akan menjaga lawannya sepanjang pertandingan. Strategi-strategi berikut ini merupakan cara efektif untuk membentuk sistem defense man-to-man:

  • Teknik bola basket harus selalu dilatih

  • Latihan 1-on-1, 2-on-2, 3-on-3, dan 4-on-4 harus diterapkan untuk membentuk konsep help, area tanggung jawab, transisi defense, antisipasi, menjadi garis passing, dan mengetahui tentang bagaimana mengambil keuntungan aksi defense.

  • Selama latihan, defense yang sukses dilakukan harus dilanjutkan dengan offense (transisi).

  • Berfokus pada sikap defense yang benar.

  • Kekompakan melakuan defense kolektif harus dilatih secara rutin.

Selama sesi latihan, pelatih setidaknya menyediakan separuh dari waktu latihannya digunakan untuk drill-drill defense.

  1. 100% defense man-to-man

Istilah defense “man-to-man” sering disalahartikan. Supaya sebuah tim dapat melakukan defense man-to-man yang efektif, kelima pemain harus bekerja bersama-sama. Karena setiap pemain lebih bertanggung jawab dalam defense ini, maka kemampuan untuk saling membantu menjadi sangat vital. Sebuah pepatah, “a chain is only as strong as its weakest link” sangat cocok dengan defense man-to-man. Man-to-man merupakan strategi defense yang paling dasar dalam permainan bola basket, tetapi paling sering disalahartikan. Agar defense man-to-man bekerja dengan baik, setiap pemain tidak hanya bertugas mengikuti pemain yang dijaganya. Tekanan pada pemain lawan yang sedang menguasai bola merupakan kunci dari defender untuk mencegah pemain tersebut melakukan passing atau shooting. Turnover sering terjadi disebabkan oleh defense man-to-man yang ketat. Defender harus memberikan tekanan pada pemegang bola, melakukan block pada setiap shooting, dan melakukan box out setiap kali ada shooting. Jangan lupa, defense man-to-man sangat rentan dengan pelanggaran. Pemain yang bagus akan belajar dengan cepat tentang bagaimana menjaga lawannya tanpa melakukan foul; bagaimana melakukan block tanpa melakukan kontak fisik dengan shooter. Pemain defense yang bagus tahu di mana pemain yang dijaganya setiap saat, dan dengan memahami jalannya pertandingan, dia bisa mengantisipasi permainan lawan. Sifat agresif dari sistem defense ini membuat lawan kehilangan sekian detik yang berharga untuk menjalankan strateginya.

Dengan memainkan defense yang ketat pada setiap sesi latihan, diharapkan para pemain juga melakukan hal yang sama dalam suatu pertandingan.

Dribbling Moves

/ Comments: (0)

Dribbling adalah salah satu skill dasar yang harus dipelajari. Tidak hanya mempelajari cara dribbling yang bagus, tapi penting juga untuk mengetahui kapan harus men-drbble bola dan tidak. Seorang pemain yang terlalu sering melakukan dribbling dapat mematikan pergerakan dan momentum tim. Untuk menjadi seorang pemain yang bagus dalam dribbling dan ball handling, harus sesering mungkin melakukan latihan, menggunakan kedua tangan.

Dribble bola dapat dilakukan ketika:

  1. Untuk membawa bola ke front-court (menghindari pelanggaran 8 seconds).
  2. Melakukan drive ke ring basket.
  3. Untuk mendapatkan kesempatan shooting yang lebih baik.
  4. Untuk mendapatkan kesempatan passing yang lebih baik.
  5. Menghindari trap yang dilakukan oleh lawan.
  6. Memperlambat tempo permainan saat pertandingan akan berakhir.

Bagaimana cara dribble bola yang baik

Gunakan ujung jari, bukan telapak tangan. Gunakan lengan bawah dan pergelangan tangan untuk memantulkan bola. Jangan melihat pada bola, jaga kepala tetap tegak dan pandangan ke depan. Ketika melakukan latihan dribbling, selalu menggunakan tangan kanan maupun kiri.

Jenis dribble

Control dribble (ketika posisi defender sangat dekat)

Ketika defender menjaga dengan ketat, selalu gunakan control dribble. Posisi badan sedikit membungkuk. Usahakan posisi badan selalu di antara bola dan defender. Pantulan bola harus rendah, berada agak sedikit di belakang dan dekat dengan badan. Tangan yang lain tetap lurus, untuk mengantisipasi pergerakan defender. Tidak boleh mendorong atau menarik defender, tetapi boleh menguatkan lengan untuk mencegah defender meraih bola. Jangan berhenti men-dribble bola sampai bisa melakukan shooting atau passing. Jika sampai dribbling dihentikan, menjadikan situasi dead ball, dan satu atau dua pemain defender akan segera mendekat. Lihat disini.

Speed dribble (ketika tidak terjaga)

Untuk membawa bola dengan cepat, gunakan speed dribble. Dorong bola ke depan, pantulkan bola setidaknya setinggi pinggang. Seperti biasa, kepala harus tetap tegak dan pandangan ke depan, sehingga bisa mengetahui kondisi teman dan lawan. Bergerak secepat mungkin, tapi jangan lebih cepat dibanding dengan kemampuan mengontrol bola. "You must be quick, but never hurry". Sering kali jump stop yang dilakukan pada akhir dribble dapat digunakan untuk menghindari pelanggaran traveling sambil tetap mengontrol bola. Lihat disini.

Crossover dribble

Sederhana saja, crosover dribble digunakan untuk memindahkan dribbling dari satu tangan ke tangan yang lain, dengan memantulkan bola menyilang ke tangan yang lain. Kemudian tangan yang lain menguasai bola dan melakukan dribbling. Dribbling ini dapat digunakan untuk mengubah arah pergerakan dengan cepat. Lihat disini.

In and out dribble

In and out dribble merupakan gerakan tipuan yang dapat digunakan untuk melewati defender. Dengan gerakan ini, pantulkan bola sekali di depan seperti akan melakukan crossover dribble, bukannya menguasai bola dengan tangan yang lain, tetapi justru tetap menggunakan tangan yang sedang men-dribble bola untuk membawa bola ke arah semula untuk melewati defender. Misalnya, jika sedang men-dribble dengan tangan kanan, pantulkan bola di depan dan pindahkan berat tubuh ke kaki kiri. Dari sudut pandang defender, hal ini akan terlihat seperti crossover dribble ke kiri. Tetapi, gunakan tangan kanan untuk menguasai bola dari sisi atas bola dan secepatnya bawa bola kembali ke arah semula. Lihat disini.

Hesitation dribble

Teknik juga merupakan gerak tipuan yang bisa digunakan untuk melewati defender. Pertama, lakukan speed drible mengarah ke defender, kemudian tiba-tiba berhenti, saat defender mendekat, kembalikan kecepatan seperti semula dengan melakukan speed dribble ke salah satu sisi defender. Gerakan ini dapat dikombinasikan dengan crossover dribble. Lihat disini.

Behind the back dribble dan through the legs dribble

Kalau dulu, melakukan dribble behind the back atau through the legs dianggap sebagai teknik untuk pamer skill saja, tapi sekarang tidak lagi. Gerakan ini bisa sangat berguna jika digunakan dengan benar dan dalam situasi yang tepat. Dribble ini baik dilakukan di ruang terbuka, misalnya seorang guard sedang membawa bola dengan presure ketat dari seorang defender. Ketika sedang melakukan dribble dengan tangan kanan, defender biasanya akan condong ke kanan. Pada saat itu, lakukan dengan cepat behind the back atau between the legs dribble, dan arah pergerakan berubah ke kiri. Kenapa tidak melakukan crossover dribble yang sederhana saja? Karena defender berada sangat dekat, sehingga bisa saja dia melakukan steal. Dengan teknik behind the back atau through the legs, proteksi bola akan lebih baik karena posisi badan tetap berada di antara bola dan defender.

Untuk melakukan behind the back dan between the legs dribble lihat di sini dan di sini.

Spin Move

Gerakan spin merupakan gerakan yang sangat bagus digunakan untuk melewati defender. Tetapi tetap waspada, karena defender bisa saja melakukan steal dari belakang. Ketika melakukan spin, reverse pivot menggunakan kaki yang lebih di depan, tarik bola, dan secepatnya putar badan ke belakang. Jangan sampai tangan berada di bawah bola (pelanggaran carrying). Kemudian lanjutkan dengan dribble menggunakan tangan yang lain. Lihat di sini.

Back-up dribble dan crossover

Back-up dribble sangat berguna untuk menghindari trap dari defender. Dribble mundur ke belakang dan selanjutnya lakukan crossover dengan cepat (atau behind the back atau through the legs dribble). Lihat di sini.

Memulai Melatih Bola Basket (Bagian Ketiga)

Perencanaan kegiatan

Perencanaan kegiatan (sesi latihan maupun pertandingan) merupakan aspek yang sangat penting dari tugas seorang pelatih.

Pelatih yang tidak pernah membuat rencana biasanya cenderung akan mengalami masalah di kemudian hari. Pada awal-awal latihan, mungkin para pelatih sangat bersemangat, percaya diri, mempunyai banyak ide yang cemerlang, dan ingin melakukan banyak hal secara bersamaan. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, semangat, tenaga, dan kepercayaan diri mereka semakin berkurang, kehabisan ide dan sesi latihan menjadi suatu rutinitas yang kurang bermanfaat.

Setiap ada pertandingan penting, pada awalnya para pelatih cenderung mempunyai motivasi yang besar, dan lagi-lagi menginginkan para pemainnya mempelajari banyak hal dalam satu waktu, mengoreksi setiap kesalahan hanya dalam beberapa sesi latihan.

Tetapi, ketika ada kompetisi, pelatih yang tidak pernah memikirkan kejadian di masa lalu, pasti hanya memikirkan pertandingan selanjutnya dan lupa menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan untuk kemajuan para pemainnya.

Di sisi lain, jika seorang pelatih merncanakan pekerjaannya akan mempunyai perspektif berguna yang akan membantunya mengevaluasi secara obyektif aspek mana yang paling penting. Dari perspektif ini, para pelatih dapat membuat keputusan tepat dan mengorganisir pekerjaan yang seharusnya dilakukan dengan lebih baik.

Dengan perencanaan, para pelatih mempunyai tujuan dan pemikiran yang jelas tentang bagaimana mencapainya, mereka mengetahui dengan pasti akan menuju ke mana, jalan yang harus ditempuh dan bagaimana menempuhnya, masalah-masalah yang akan dihadapi dan bagaimana mengatasinya.

Sejauh apa merencanakan

Seorang pelatih mungkin merencanakan kegiatan untuk jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, untuk beberapa tahun, satu musim, dari satu sampai beberapa bulan, untuk satu atau beberapa minggu, dan tentu saja, setiap sesi latihan.

Dalam sebuah klub yang terdiri dari tim dengan kategori yang berbeda-beda, akan lebih bagus jika terdapat perencanaan yang lebih fleksibel, dapat mencakup kegiatan selama beberapa tahun untuk pemain anak-anak (tahap mini basketball) dan pemain yang lebih tua (13 tahun ke atas). Dengan cara ini, pekerjaan setiap pelatih tim akan ditentukan dalam satu garis besar secara umum.

Tidak peduli apakah seorang pelatih membuat sistem perencanaan jangka panjang atau tidak, siapa saja yang melatih pemain anak-anak harus selalu berpikir tentang masa depan mereka sehingga tidak mengganggu kegiatan yang seharusnya mereka lakukan sehari-hari

(bersambung...)

Screen

/ Comments: (0)

Screen atau pick terjadi ketika seorang pemain offensive berusaha mem-blok seorang pemain defensive, membebaskan pemain offensive lain yang sedang dijaga sehingga didapatkan kesempatan melakukan shooting atau passing yang lebih terbuka. Melakukan screen dengan baik merupakan bagian fundamental dalam pertandingan bola basket. Screen sangat berguna jika digunakan melawan defense man-to-man, atau ketika menjalankan strategi out-of-bound, dan kadang-kadang juga dapat dilakukan ketika melawan defense zone. "Pick and roll" sampai saat ini masih merupakan taktik sederhana yang paling sulit untuk dijaga ketika dilakukan dengan benar. Pemain legendaris Utah Jazz, John Stockton dan Karl Malone, adalah master pick and roll.

Elemen penting dalam melakukan screen yang efektif:

  1. Pemain yang melakukan screen (screener) harus bersentuhan dengan pemain defensive yang akan di-blok (tetapi tidak sampai foul, menahan atau mendorong). Jika tidak sampai bersentuhan, maka pemain defensive akan dengan mudah menghindari dari screen.
  2. Buka kedua kaki lebar-lebar. Setelah posisi screen terbentuk, jangan menggerakkan lagi kedua kaki untuk menghindari pelanggaran "moving screen". Screener harus diam, tidak bergerak mengikuti pemain defensive, dan juga jangan mendorong pemain defensive. Jika pemain defensive menubruk screener karena screener tidak dalam posisi diam, maka kemungkinan akan terjadi offensive foul.
  3. Kedua lengan tangan harus tetap menempel di dada, bukan hanya untuk melindungi dari kontak fisik yang berlebihan, tetapi dengan itu wasit juga dapat melihat bahwa screener tidak melakukan dorongan menggunakan tangan, atau menahan pemain defensive.
  4. Sudut atau arah screener dan timing screen merupakan faktor yang paling penting. Screener harus dapat mengantisipasi arah yang akan dituju oleh pemain offensive lainnya, kemudian melakukan kontak dengan pemain defensive dalam sebuah posisi sehingga screener berada di jalur pemain defensive tersebut. Jika sudut yang diambil tidak benar, maka pemain defensive akan dengan mudah menghindarinya.
  5. Setelah terjadi screen, screener harus melakukan "seal" pada pemain defensive yang dikenai screen, diikuti dengan "roll" mengarah ke ring basket. Jika terjadi pertukaran pemain defensive, maka akan tercipta kesempatan melakukan passing ke screener yang terbuka.
  6. Pemain offensive yang akan memperoleh bantuan screen harus sabar menunggu screener datang. Seringkali pemain offensive membuat kesalahan dengan melakukan drive sebelum situasi screen terbentuk, oleh karena itu pemain defensive akan dengan mudah menghindari screen.
  7. Pemain offensive yang memperoleh bantuan screen harus bergerak sedekat mungkin dengan screener. Jika tidak begitu, screen dapat dihindari oleh pemain defensive.

Gambar 1 Kesalahan melakukan screen

Jenis screen:

Amati Gambar 2. Screen dapat dilakukan pada pemain offensive yang sedang menguasai bola maupun tidak.

Gambar 2 Jenis screen

  1. Front-screen

    Screener menghadap ke pemain defensive.

  2. Back-screen

    Screen dilakukan dibagian belakang (tak terlihat) pemain defensive. Biasanya screener tidak menghadap ke ring basket.

  3. Down-screen

    Screen dilakukan di area low post, dan biasanya screener menghadap ke arah ring basket.